Rasio perpajakan yang masih rendah di bawah level 12% sangat membutuhkan edukasi pajak untuk menimbulkan kesadaran pajak secara sukarela dimata masyarakat. Memperkenalkan pajak sedari dini menjadi salah satu upaya mengatasi rendahnya kesadaran pajak dalam diri masyarakat Indonesia. Pemerintah dalam rangka menanamkan kesadaran pajak untuk semua jenjang pendidikan dan tenaga pendidik bergerak melalui Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan juga Program Inklusi Kesadaran Pajak yang diinisiasi oleh Direktorat Jendral Pajak dan Kementerian Keuangan RI. Kedua institusi pemerintah yang dimaksud mempunyai tugas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat dalam rangka mempersiapkan generasi yang bertaqwa, nasional dan memiliki keunggulan bersaing secara global. Bagian dari nilai-nilai tersebut di dalamnya terkandung nilai-nilai kesadaran pajak di antaranya adalah bangga dan berkeinginan untuk membayar pajak dengan benar yang mengandung nilai nasionalisme kecintaan pada negara.

     Kebijakan ini sebagai bentuk tanggung jawab dunia pendidikan kepada pembentukan generasi bangsa, maka penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk mampu menumbuhkan kesadaran membayar pajak warga negara dan etika pajak yang baik. Untuk beberapa hal agar pembangunan terus berlanjut dengan kemandirian bangsa, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tetap terjamin ketersediaan dananya melalui para pembayar pajak yang diciptakan dari proses pendidikan.

     Sejalan dengan ini Tax Center Universitas Gunadarma ingin berpartisipasi dalam mewujudkan program pemerintah dengan mengadakan penambahan materi pada Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) yang memuat Inklusi Kesadaran Pajak dengan melibatkan berbagai pihak dalam bekerjasama, yaitu Pihak Akademisi, Praktisi, dan Direktorat Jendral Pajak.